Jumat, 02 Maret 2012

Seleksi Alam


PEMBUKTIAN SIMULASI DARWINISME
Laporan Simulasi Seleksi Alam
1213330809















DIANI GALIH SAPUTRI  (02)
SMA NEGERI 1 REJOTANGAN
Jalan Buntaran, Rejotangan
(0355) 395611
TULUNGAGUNG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Judul Penelitian : “PEMBUKTIAN SIMULASI DARWINISME”
B.     Tujuan :
                              1.            Melakukan praktik simulasi seleksi alam
                              2.            Membuktikan simulasi teori evolusi Darwin
                              3.            Mengetahui dan menyimpulkan pertentangan paradigma konkrit (fakta) dengan teori evolusi Darwin.
C.    Karya : DIANI GALIH SAPUTRI (02)
D.    Latar Belakang :
    
     Makhluk hidup di bumi ini sangatlah bervariasi, sehingga mereka bertempat pada ekosistem yang berbeda-beda dengan yang lainnya. Selain itu, keadaan umum seperti cuaca, suhu, iklim juga akan berbeda pada masing-masing tempat dan hal tersebut juga sangat berpengaruh terhadap peradaptasian pada masing-masing individu (makhluk hidup). Dengan berbagai perbedaan tersebut munculah adanya teori evolusi Darwin yang dicetuskan oleh Charles Robert Darwin.
     Darwin berkesimpulan bahwa kejadian evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam (biologi xii Yudhistira jl. Waru No. 20B Rawamangun Jakarta Timur).
     Seleksi alam merupakan penyebab dari kejadian evolusi (perubahan), dimana makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan lingkungan akan bertahan hidup begitu juga sebaliknya, apabila ada makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi terhadap lingkungan akan punah atau terseleksi oleh alam. Dari adanya seleksi alam tersebut maka akan muncul berbagai tahap perubahan yang terjadi pada setiap individu makhluk hidup.     Untuk menyimulasikan dan membuktikan adanya teori tersebut, peneliti telah melakukan eksperimen dengan simulasi seleksi alam dengan judul “PEMBUKTIAN SIMULASI DARWINISME”.

E.     Rumusan Masalah
                              1.            Dengan simulasi seleksi alam, apakah dapat dibuktikan kebenaran dari teori evolusi Darwin ?
                              2.            Apakah memungkinkan adanya pertentangan paradigma penelitian (fakta) dengan teori evolusi Darwin ?

    



BAB II
KAJIAN PUSTAKA
          Charles Robert Darwin (lahir di Shrewsbury, Shropshire, Inggris 12 Desember 1809 – meninggal di Downe Kent, Inggris, 19 April 1882 pada umur 72 tahun) adlah seorang naturalis inggris yang teori revolusinya meletakkan landasan  bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu kedokteran dan kemudian teologi di universitas. Perjalanan lautnya keseluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMSBeagle, tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis terkemuka. Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoures Races in the Struggle for life. Sebagai tanda pengakuan terhadap kehebatan Darwin, ia dikebumikan di Westminster Abbey bersama dengan William Herschel dan Isaac Newton (http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin).
            Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwa makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungnnya lama kelamaan akan punah yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungnnya. Sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya. Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada kupu-kupu Biston Betularia. Kupu-kupu Biston Betularia putih sebelum terjadi revolusi industri jumlahnya lebih banyak dari pada kupu-kupu Biston Betularia  hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah kupu-kupu Biston Betularia lebih sedikit, ini terjadi ketidakmampuan kupu-kupu Biston Bitularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru (http://jokoariyanto.blogspot.com/2008/01/seleksi-alam.html).
            Evolusi (dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi     (http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi)




BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
Tempat dan pelaksanaan praktikum
          Eksperimen dilakukan di lapangan SMAN 1 Rejotangan, desa Buntaran, kecamatan Rejotangan, kabupaten Tulungagung. Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 11 januari 2012.
Alat-alat (tools)
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
     1.            Plastik kecil ukuran kg
     2.            Buku catatan
     3.            Bolpoint
     4.            Camera
     5.            Stopwatch

Bahan (materials)
Bahan-bahan yang diperlukan dalam eksperimen ini adalah :

     1.            Sebagai sample warna hijau digunakan biji kacang hijau sebanyak 100 biji
     2.            Sebagai sample warna cokelat digunakan biji lotho sebanyak 100 biji
     3.            Sebagai sample warna kuning digunakan biji jagung sebanyak 100 biji


Cara kerja
a)     Menyiapkan tabel pengamatan yang akan digunakan untuk pengisian hasil eksperimen
b)    Membagi jumlah biji yang berawal dari 100 biji menjadi 50 biji (berlaku untuk masing-masing jenis biji)
c)     Menyiapkan bidang yang ditumbuhi populasi rumput warna hijau
d)    Mencampurkan jumlah biji yang telah terbagi dengan perbandingan  Hijau : Cokelat : Kuning = 50 : 50 : 50
e)     Meminta salah satu teman untuk mengambil biji yang akan disebarkan di bidang populasi rumput
f)      Menyebarkan biji kedalam bidang tanah yang ditumbuhi populasi rumput hijau (tanpa sepengetahuan pihak pengambil biji)
g)     Melakukan pengambilan biji dengan waktu selama 2 menit
h)    Menghitung hasil pengambilan biji dan mengelompokkan berdasarkan jenis biji yang terambil
i)       Mencatat hasil pengambilan pada tabel pengamatan yang telah tersedia
j)       Menghitung rata-rata pada setiap jenis biji
k)    Ulangi kembali prosedur seperti cara diatas pada eksperimen bidang tanah

Pengamatan
Data yang diamati selama proses eksperimen adalah :
     1.            Jumlah masing-masing  biji hijau, cokelat, dan kuning yang terambil dari bidang populasi rumput
     2.            Jumlah biji masing-masing biji hijau, cokelat, dan kuning yang terambil dari bidang tanah
     3.            Perbandingan antara masing-masing jumlah biji yang terambil
     4.            Mengetahui warna biji yang terseleksi oleh alam
     5.            Membuktikan pertentangan paradigma penelitian dengan teori evolusi Darwin
Prosedur penelitian
a.     Hasil pengamatan
Semua hasil data pengamatan didasarkan pada fakta eksperimen yang ada walaupun berakhir dengan paradigma yang bertentangan dengan teori evolusi Darwin
b.     Penerapan metode Darwinisme
Penerapan metode teori evolusi Darwin yang telah terbukti dan diakui yaitu dengan cara simulasi seleksi alam
c.      Penelitian terhadap perbandingan jumlah masing-masing biji yang terambil
d.     Pengaruh perbandingan terambilnya masing-masing biji pada bidang penyebaran yang berbeda
e.      Keterangan dan simbol yang digunakan dalam tabel pengamatan
1)    å = jumlah
2)    R = rata-rata
3)    bh = biji hijau
4)    bc = biji cokelat
5)    bk = biji kuning
f.       Preparasi perhitungan
·         >> penghitungan rata-rata pada setiap warna biji yang terambil menggunakan rumus tersebut dan dibagi 3 pada tiga kali percobaan dalam satu bidang. Berjumlah enam kali percobaan dalam dua bidang .
Dibagi 3 karena dalam tabel terdapat 3 kategori pada setiap percobaan

















BAB IV
DATA PENGAMATAN
Hasil Pengamatan
Dari hasil eksperimen dalam praktikum dasar-dasar ini telah didapat parameter perbandingan antara jumlah masing-masing biji yang terambil dalam bidang populasi rumput dan bidang tanah.
Tabel hasil parameter pengamatan kegiatan (Keadaan lingkungan tanah hijau) diperoleh data sebagai berikut>>> Percobaan dilakukan pada “Bidang Populasi Rumput”.

N
Perincian data
Biji Hijau
Biji Cokelat
Biji Kuning

Bidang rumput
1.
2.
3.
R
1.
2.
3.
R
1.
2.
3.
R
1.
å biji sebelum ditaburkan
50
10
10
50
25
22
50
42
28
2.
å biji yang terambil
kembali
10
10
3
25
22
15
42
28
30
3.
Selisih antara å biji
sebelum ditaburkan dan
sesudah terambil kembali
40
0
7
25
3
7
8
14
27





Tabel hasil parameter pengamatan kegiatan (Keadaan lingkungan tanah ) diperoleh data sebagai berikut >>> Percobaan dilakukan pada “Bidang Tanah”.

No.
Perincian data
Biji Hijau
Biji Cokelat
Biji Kuning

Bidang tanah
1.
2.
3.
R
1.
2.
3.
R
1.
2.
3.
R
1.
å biji sebelum ditaburkan
50
28
24
50
39
33
50
44
40
2.
å biji yang terambil
kembali
28
24
21
39
33
21
44
40
24
3.
Selisih antara å biji
sebelim ditaburkan dan
sesudah terambil kembali
22
4
3
11
6
12
6
4
16









BAB V
ANALISA DATA
Perbandingan rata-rata pada setiap pengambilan masing-masing biji yang telah disebarkan dalam setiap bidang.
       I.            Perbandingan rata-rata pada bidang “Populasi Rumput”
1)      Perolehan biji sebelum ditaburkan dengan tiga kali percobaan dalam jumlah masing-masing sebanyak 50 butir adalah sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 50 : 10 : 10
Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 50 : 25 : 22
Perolehan rata-rata 
Ø  Biji kuning = 50 : 42 : 28
Perolehan rata-rata 
2)      Perolehan biji yang terambil kembali dengan tiga kali percobaan dalam jumlah masing-masing sesuai dengan jumlah biji yang sudah  terambil  adalah  sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 10 : 10 : 3
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 25 : 22 : 15
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Bjii kuning = 42 : 28 : 30
Ø  Perolehan rata-rata 
3)      Perolehan selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah terambil kembali adalah sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 40 : 0 : 7
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 25 : 3 : 7
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji kuning = 8 : 14 : 27
Ø  Perolehan rata-rata 



II. Perbandingan rata-rata pada bidang “Tanah”
      1.            Perolehan biji sebelum ditaburkan dengan tiga kali percobaan dalam jumlah masing-masing sebanyak 50 butir adalah sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 50 : 28 : 24
Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 50 : 39 : 33
Perolehan rata-rata 
Ø  Biji kuning = 50 : 44 : 40
Perolehan rata-rata 
      2.            Perolehan biji yang terambil kembali dengan tiga kali percobaan dalam jumlah masing-masing sesuai dengan jumlah biji yang sudah  terambil  adalah  sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 28: 24 : 21
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 39 : 33 : 21
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Bjii kuning = 44 : 40 : 24
Ø  Perolehan rata-rata 
      3.            Perolehan selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah terambil kembali adalah sebagai berikut :
Ø  Biji hijau = 22 : 4 : 3
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji cokelat = 11 : 6 : 12
Ø  Perolehan rata-rata 
Ø  Biji kuning = 6 : 4 : 16
Ø  Perolehan rata-rata 







Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa simulasi seleksi alam mengikuti pola piker paradigma teori evolusi Darwin, sehingga dapat disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Diambil dari sample percobaan pada penyebaran biji dalam bidang “Populasi Rumput”

9,677,

Penjelasan :
Pada biji hijau ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Pada biji cokelat ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Pada biji kuning ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Penghitungan grafik di atas menunjukkan bahwa penyebaran biji pada bidang populasi rumput menyebabkan terambilnya biji kuning dengan nominasi terbesar diantara yang lain karena biji kuning merupakan warna yang cerah sehingga mudah terdeteksi oleh mata manusia disbanding dengan biji warna hijau yang memiliki kesamaan dalam ekosistemnya, oleh sebab itu warna kuning akan cenderung terseleksi (terambil), sedangkan untuk warna cokelat itu cenderung netral dalam terselsinya karena memilki dua kategori warna yaitu sedikit cerah dan gelap.

Diambil dari sample percobaan pada penyebaran biji dalam bidang “Tanah”

9,677,

Penjelasan :
Pada biji hijau ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Pada biji cokelat ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Pada biji kuning ada 3 kategori :
1.      Jumlah rata-rata biji sebelum ditaburkan
2.      Jumlah rata-rata biji sesudah ditaburkan
3.      Jumlah rata-rata selisih antara biji sebelum ditaburkan dan sesudah ditaburkan

Penyimpulasian dan penghitungan grafik di atas menunjukkan bahwa penyebaran biji pada bidang populasi tanah menyebabkan terambilnya biji kuning dengan nominasi terbesar diantara yang lain karena biji kuning merupakan warna yang cerah sehingga mudah terdeteksi oleh mata manusia disbanding dengan biji warna cokelat yang memiliki kesamaan dalam ekosistemnya, oleh sebab itu warna kuning akan cenderung terseleksi (terambil), untuk warna hijau cenderung bersifat netral dalam seleksinya karena hijau mempunyai dua kategori warna yaitu sedikit cerah dan kurang terlihat apabila di campur dengan warna kuning dan cokelat.

BAB VI
DISKUSI
Pertanyaan
1.      Warna biji apakah yang paling banyak terambil ?
2.      Warna biji apakah yang paling sedikit terambil ?
3.      Apakah yang mempengaruhi warna biji paling banyak atau sedikit terambil ? mengapa demikian ?
4.      Jika kegiatan itu diulangi lagi, apakah hasilnya akan memperoleh hasil yang sama ? jelaskan!
5.      Dari data di atas apakah dapat disimpulkan bahwa peristiwa itu menunjukkan proses seleksi alam ? coba hubungkan dengan populasi Biston Betularia (ngengat hitam) berwarna cerah dan gelap sebelum dan sesudah revolusi industri atau dengan cecak hitam ditempat yang berwarna putih.

Jawaban !

1.      Dari data yang saya peroleh, warna biji kuninglah yang mempunyai nominasi terbesar dalam pengambilan melalui simulasi seleksi alam.
2.      Untuk nominasi penyeleksian biji terendah itu bersifat relatif, karena warna cokelat dan hijau akan beradaptasi pada bidang yang ditempatinya atau dapat dikatakan ekosistem yang ditempati oleh individu makhluk hidup tersebut.
Pada hasil pengamatan dan grafik penelitian mempunyai perbedaan hasil untuk masing-masing bidang :
Ø  Pada bidang populasi rumput menunjukkan bahwa biji warna hijau adalah biji dengan nominasi terendah karena mereka berada pada lingkungan ekosistem mereka, sehingga akan sulit untuk terseleksi dan sangat mudah untuk beradaptasi.
Ø  Pada bidang tanah didapatkan warna cokelat adalah warna yang paling sedikit terambil, karena mereka bisa menyesuaikan diri pada ekosistem mereka.
3.      Faktor utama yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya ekosistem yang ditempati oleh makhluk hidup itu sendiri, karena ekosistem yang sesuai pada makhluk hidup akan mempermudah mereka dalam  beradaptasi dalam setiap saat, seperti adanya perubahan-perubahan cuaca, iklim, dan suhu.
4.      Tentu saja tidak ! Nah hal ini berhubungan dengan rumusan masalah yang telah saya buat bahwa untuk membuktikan apakah hasil dari eksperimen ini bertentangan dengan paradigma teori evolusi Darwin ? Mengapa demikian ? karena setiap eksperimen itu akan menghasilkan hasil yang berbeda. Selain bergantung pada ekosistem, faktor utama yang mempengaruhi adalah karena kerentanan dan kelenturan objek yang kita gunakan dalam eksperimen.
Contoh : Pada bidang populasi rumput terdapat 3 kertas : potongan daun pisang, bunga cokelat, dan daun pisang tua (warna kuning), maka yang akan banyak terseleksi adalah warna hijau, karena hijau mempunyai kerentanan yang cukup kuat diantara yang lainnya.
5.      Dari eksperimen yang saya peroleh, penelitian saya berhubungan dengan teori evolusi Darwin yaitu proses seleksi alam. Ya sangat berhubungan dengan populasi Biston Betularia (ngengat hitam), karena faktor utama yang mempengaruhi adanya proses seleksi alam adalah ekosistem yang ditempti oleh makhluk hidup itu sendiri, mereka akan terseleksi apabila mereka tidak memiliki sifat-sifat yang dapat dipertahankan begitu juga sebaliknya mereka akan bertahan hidup apabila dapat beradaptasi terhadap lingkungannya.

BAB VII
PENUTUP
SIMPULAN
Dari hasil praktikum ini didapatkan simpulan sebagai berikut :
            Dari data eksperiment yang peneliti dapat maka dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi adanya proses seleksi alam adalah faktor ekosistem atau dapat dikatakan lingkungan tempat beradaptasi makhluk hidup itu sendiri.
            Data penelitian peneliti menunjukkan bahwa bidang yang digunakan untuk eksperiment juga berpengaruh terhadap terambilnya biji, seperti pada bidang populasi rumput nominasi biji warna kuning adalah nominasi terbesar begitu juga pada bidang tanah karena biji warna kuning adalah salah satu warna yang paling cerah, berbeda pada perolehan nominasi terendah itu sangat berpengaruh terhadap bidang, seperti diambil salah satu sample bidang populasi rumput, maka nominasi terendah adalah diambil dari biji warna hijau, karena hijau dominan terhadap ekosistem populasi rumput sehingga sulit untuk terseleksi.



DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Darwin
biologi xii Yudhistira jl. Waru No. 20B Rawamangun Jakarta Timur
http://jokoariyanto.blogspot.com/2008/01/seleksi-alam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar